Portal Kesehatan | Informasi Kesehatan | Menuju Indonesia Sehat
canada goose solaris parka svart canada goose wav file canada goose outlet store in gta canada goose shops in new york barbour jackets york canada goose camp hooded jacket black canada goose prix canada goose retailers st catharines kate spade shoes sale nordstrom canada goose dealers in ontario

Berita

Produktivitas Pekerja dapat Menurun karena Perubahan Iklim

March 8, 2013 by admin in Berita, Featured with 0 Comments

produktivitas-kerja-yang-menurunPerubahan iklim dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap terjadinya bencana seperti angin topan, kekeringan, dan gelombang panas. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal ini dapat menyebabkan menurunnya produktivitas kerja seseorang yang bersifat permanen.

Berbeda dengan cuaca, iklim di suatu wilayah tertentu tidak mudah berubah-ubah. Polusi udara dapat memicu pemanasan global, menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi penduduk bumi.

Selama beberapa dekade terakhir, perubahan iklim dianggap menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya produktivitas kerja global hingga rata-rata 90 persen saat musim panas.

“Manusia kesulitan beradaptasi dengan lingkungan pekerjaannya jika mengalami stres akibat suhu lingkungan yang terlalu panas,” kata John Dunne, penulis studi dari National Oceanic and Atmospheric Administration’s Geophysical Fluid Dynamics Laboratory, di Princeton, New Jersey.

Dunne dan rekan-rekannya melakukan diskusi mengenai dampak perubahan iklim yang ekstrim tersebut terhadap produktivitas kerja seseorang, kemudian hasilnya akan dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change edisi bulan Maret mendatang, seperti dilansir Everyday Health.

US National Institutes of Health mencatat bahwa kombinasi dari panas yang ekstrim dan kelembaban bisa berbahaya bagi kesehatanMengonsumsi Viagra Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Kulit. Read more … », karena dapat menyebabkan kelelahan akibat panas, pusing, kram dan ruam kemerahan pada kulitMengonsumsi Viagra Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Kulit. Read more … ».

Peneliti menggunakan suatu model penelitian yang dapat merekam data perubahan iklim sejak tahun 1861 dan mampu memberikan gambaran grafik perkiraan perubahan iklim hingga tahun 2200. Data menunjukkan bahwa dalam periode 1861-1960 saja, suhu bumi mengalami peningkatan hampir 2 derajat.

Peningkatan suhu bumi ini akan terus meningkat seiring meningkatnya kasus pemanasan global. Pada masing-masing periode, peneliti mengkaitkan antara suhu terpanas di musim panas dengan kapasitas kerja global, yang diketahui berkurang hingga rata-rata 80 persen.

Selama bulan-bulan terpanas di musim panas tahun 1960, tercatat hanya 20 persen dari buruh atau pekerja kasar saja yang tetap bekerja di luar ruangan. Sebagian besar dari mereka memilih untuk berlindung dari panasnya udara luar di rumah masing-masing dan tidak produktif bekerja.

“Kondisi perubahan iklim yang ekstrem ini disebabkan karena perkembangan teknologi dan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat,” terang Dunne.

Temuan ini menunjukkan bahwa produktivitas kerja orang per orang dapat dipengaruhi oleh perubahan iklim yang ekstrim. Hal ini dapat pula menimbulkan masalah baru bagi negara karena terjadi penurunan kualitas ekonomi masyarakat secara global.

 

 

 

 

 

Sumber berita: Everyday Health dan redaksi

Sumber gambar: o5.com

Tagged , , ,

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pengunjung
121802
Visit Today : 279
Visit Yesterday : 682
Who's Online : 8
Twitter
Sample
Inspirasi Sehatmu
Jauh lebih sulit untuk membuat orang sehat daripada membuat mereka sakit.
by DeForest Clinton Jarvis
Anda Mungkin Menyukaiclose